belajar online Menurut dr. Amir Zuhdi

Setiap aktifitas manusia berhubungan dengan otak. Struktur otak kita akan terbentuk jaringan baru karena terus menerus melakukan kegiatan yang sama berulang-ulang, ini mempengaruhi bagaimana kita bersikap dan berperilaku yang berpengaruh pada kecerdasan .

Otak manusia mempunyai belahan kanan dan kiri, otak kiri dominasi pada data/ fakta sedangkan otak kanan dominasi parsial.

Perkembangan Otak Manusia

Usia 0-7 Tahun,

saatnya membangun kecerdasan emosi dan kecerdasan kinestetik/ gerak.

Usia 7-14 Tahun

Membangun kecerdasan kognitif

Usia 14 Tahun keatas

Bebas, dengan orang tua berperan sebagai sahabat anak. belajar seharusnya mulai menghasilkan karya yang bermanfaat untuk umat, bangsa dan negara.

Anak di usia 0-7 tahun prioritas untuk distimulasi atau diajari emosi/ bagaimana merespon emosi, misal nya bagaimana perasaan senang, reaktif, temparemental dan lainnya, disini anak perlunya pengalaman emosi.

Usia ini anak juga distimulus gerak. Dengan gerak anak membangun kecerdasan kognesi, jangan biarkan anak diam. Aktifitas gerak melibatkan batang orak/ otak kecil yang berfungsi untuk keseimbangan dan koordinasi. Latihan gerak yang diperlukan pada fase ini seperti baris-berbaris, menari dll.

Aktifitas gerak yang berkembang sempurna akan berdampak pada kelenturan emosi. Kendali gerak pada anak dapat merangsang otak bagian luar/cortex yang fungsinya untuk berpikir dan berbahasa. Diusia ini juga perlu diperhatikan motorik halus dan motorik kasarnya agar kendali geraknya terasah.


Hubungannya dengan belajar online

* Anak diusia 0-7 tahun sebaiknya diberikan video online yang mengajak anak bergerak, jika terlalu lama online tanpa bergerak akan menimbulkan gangguan kesehatan terutama pada mata anak. Kecerdasan emosi dan geraknya juga menjadi tidak berkembang sesuai usianya.

* Usia 8-9 Tahun, anak dapat belajar online menggunakan layar yang lebih besar seperti PC atau Laptop.

Pada usia ini anak diberikan rangsangan sesuatu yang belum pernah mereka lihat, untuk memperkaya informasi. Misal binatang gajah, maka carilah informasi online tentang binatang gajah, secara offline bergerak menirukan bagaimana gajah berjalan. Usia ini anak diberikan pemahaman nilai-nilai tentang apa yang dilihatnya, misal gajah, bagaimana gajah makan seperti apa bentuknya dan sebagainya. Isi pengetahuan mereka tentang gajah. Saat informasi ini diberikan otak merekam memori baru yang menumbuhkan sambungan-sambungan baru. Bila informasi ini diberikan dengan melibatkan emosi yang menggunakan panca indra seperti berkisah/ dongeng, maka memori diotak akan merekam dalam waktu yang lama.

*Usia 10-13 Tahun

Lakukan belajar online yang menumbuhkan dan merangsang kognitif/ kreatifitas. Dari belajar online dilanjutkan dengan belajar offline yang ketika mereka membuat sesuatu karya akan menimbulkan pemahaman sendiri buat anak. Anak dapat menciptakan berbagai imajinasi dan analisis dari hasil karyanya. Aktifitas online yang terarah akan melatih anak berpikir kritis dan kreatif yang diperlukan seperti kondisi saat ini.

Orang tua harus dapat menentukan prioritas daring sesuai usianya, begitupun batasan lamanya waktu online juga disesuaikan dengan tahapan usianya. Membangun kecerdasan melalui online sebaiknya dapat dilanjutkan dengan praktek agar kecerdasan makin lengkap.


Disadur dari diaryernier